Selasa, 12 Maret 2013

www.pengusahamuslim.com

Korwil Malang

Ketua                             : Sumhaji (memindosukses@yahoo.com)

Kepada seluruh member register agar menyesuaikan pengisian korwil pada direktori kpmi.or.id ini sesuai dengan domisili tinggal atau domisili usahanya. Kepada member yang belum ada korwilnya, dipersilahkan berkoordinasi untuk pembentukan korwil di wilayahnya masing-masing ke sekretariat@kpmi.or.id

6 Penghambat Kreatifitas dalam bisnis

Apakah anda pernah melihat orang-orang yang mempunyai ide-ide kreatif dan mengubah ide tersebut menjadi suatu kesuksesan? Apakah anda pernah berpikir juga kenapa mereka bisa mendapatkan ide-ide kreatif dan anda belum bisa? Jawabannya mungkin karena ada mempunyai “mental block” atau bisa diartikan penghambat pikiran. Berikut adalah beberapa penghambat pikiran yang bisa mempengaruhi kreatifitas:
1. Tidak jelas arah tujuan
Penghambat kreatifitas yang pertama adalah tidak jelasnya arah tujuan. Kita tidak mempunyai target dan tujuan yang jelas dan hanya mengikuti arus yang ada. Pada saat kita mempunyai tujuan yang jelasa tentang apa yang kita inginkan, dengan sedikit kerja keras untuk menambah ilmu pengetahuan, akan muncul ide-ide kreatif pada pikiran anda.
2. Takut kegagalan
Pikiran anda tentang kegagalan akan langsung mematikan ide kreatif anda. Tidak hanya pikiran tentang kegagalan, pikiran takut membuat kesalahan dan takut kehilangan waktu dan uang juga menjadi penghalang kreatifitas. Kegagalan memang akan merugikan, karena itu kita harus mempersiapkan sebaik mungking. Tapi kegagalan sesungguhnya adalah tidak mencoba.
3. Takut akan kritik
Penghalang lainnya adalah takut akan dikritik oleh orang lain dan juga takut akan penolakan dari orang lain. Takut akan di cap sebagai orang yang bodoh atau terlihat bodoh. kita sering berpikir orang lain akan berpikiran buruk tentang kita, tapi pada kenyataan belum tentu orang lain akan berbicara tentang kita, bahkan mungkin mereka tidak peduli dengan apa yang kita buat.
4. Homeostatis
Homeostatis adalah keinginan alam bawah sadar untuk tetap berada pada keadaan konstan (Sama) dengan masa lalu atau kehidupan anda sekarang. Hal ini karena ketakutan untuk mencoba sesuatu yang baru. Homeostatis sangat menjadi penghalang untuk orang yang ingin mencapai kesuksesan dalam bisnis.
5. Berpikir pasif
Penghambat kesuksesan yang lain adalah berpikir secara pasif untuk mencari ide baru dan informasi baru, hal ini dikarenakan anda sudah nyaman dengan keadaan yang ada. Berpikir pasif sama seperti kehilangan energy pada otak atau sama saja seperti otot yang sudah lama tidak digerakkan. Untuk menanggulanginya adalah berpikir secara proaktif. Proaktiflah dalam mencari informasi-informasi baru sehingga otak anda tidak menjadi kaku.
6. Berpikir rasional dan menjustifikasi
Manusia adalah mahluk yang rasional, tapi apa sebenarnya maksud dari rasional? Berpikir rasional adalah kemampuan untuk menjelaskan kepada diri kita sendiri, sehingga kita menjadi mengerti lebih baik dan lebih merasa nyaman. Dalam memutuskan segala sesuatu, anda harus memiliki alasan terhadap apa yang anda putuskan, sehingga anda yakin terhadap keputusan tersebut.

Kamis, 20 Oktober 2011

5 Tips membangun Personal Branding di Google+

Apa itu Google+?

Google+ (baca: Google Plus) adalah jejaring sosial atau social network yang dibangun dan dikembangkan oleh Google untuk menyaingi kedigdayaan facebook. Proyek Google+ dilaunching dalam bentuk private beta (butuh invitasi khusus dari pengguna lain untuk menjadi pengguna baru) pada tanggal 28 Juni 2011. Saat Google+ dirilis untuk publik, facebook adalah sebuah "nation" dengan jumlah penduduk terbesar kedua di dunia setelah RRC (Republik Rakyat Cina) dengan 750 juta penggunanya. Dan sampai saat tulisan ini dibuat, Google+ sudah menjaring 25 juta pengguna. Asal pembaca tahu, dalam tempo kurang dari dua bulan, angka 25 juta pengguna adalah jumlah yang sangat besar untuk sebuah layanan yang masih tersedia dalam bentuk private beta.

Jadi, bagaimana caranya membangun personal branding Anda di sebuah jejaring sosial dengan fitur keren seperti Circles, Hangout, dan sejenisnya? Oke, ini dia langkah-langkahnya!
1. Sign Up!

Yoa, betul. Kalau ingin memulai sesuatu, Anda harus mulai dari yang paling awal dulu; menjadi member alias anggota. Lha gimana mau membangun personal branding dengan Google+ kalau Anda tidak nyungsep langsung ke dalamnya. Iya nggak? Sama seperti mereka yang ingin membangun personal branding via blog - yang harus sign up dulu ke salah satu penyedia layanan ngeblog; blogspot atau wordpress -, mereka yang ingin membangun personal branding di Google+ juga demikian adanya. Tidak ada jalur pintas! Anda harus tekun, sabar dan banyak belajar.

Oke .... kalau begitu bagaimana cara mendaftar ke sana? Caranya gampang banget ya akhi. Anda harus punya akun di Gmail dulu. Nanti bila Anda sudah memiliki akun di gmail.com, Anda bisa meminta invitasinya dari saya atau teman-teman pembaca di pengusahamuslim.com ini. Bila meminta invitasi terlalu formal untuk Anda, mungkin mengklik link ini bisa jadi solusi praktis. Sederhana bukan?
G+

2. Buat profilmu

Kalau Anda langsung ingin menambah teman secara membabi buta sih boleh-boleh saja. Lagipula itu adalah akun Anda sendiri. Tapi alangkah baiknya bila Anda mengerjakan poin nomor dua ini dulu. Apa itu? Mengisi data untuk halaman profil Anda. Memang butuh waktu untuk melakukannya, tapi hasilnya untuk pembentukan personal branding dijamin akan lebih baik ketimbang bila Anda mengacuhkannya.

Selain data teks seperti tanggal lahir, tempat lahir, atau almamater, data penting lain yang harus Anda isi di profil adalah foto dan video. Usahakan agar foto atau avatar yang Anda gunakan di Google+ merupakan foto/avatar yang bisa merepresentasikan identitas Anda atau bisnis Anda sendiri. Kembali ke contoh Pak Kumis, pemilik warung angkring pak kumis, beliau bisa menggunakan logo warung makannya di sini.

Untuk data berbentuk video, Pak Kumis bisa saja menempatkan video yang berisi testimonial kepuasan para pelanggannya atau yang berisi Pak Kumis sendiri yang dengan percaya dirinya menjelaskan mengenai segala sesuatu yang membuat Warung Angkringnya berbeda dari warung angkring yang lain.

3. Mulai cari teman yuk ..

Di Google+, aksi "add as friend" yang biasanya ada di facebook sama dengan aksi memasukkan foto-foto profil member Google+ ke dalam "Circle". Fitur keren ini sejatinya tidak ubahnya seperti "folder" di Windows Explorer yang bisa Anda gunakan untuk mengatur pengelompokkan teman Anda. Saya pribadi cenderung untuk membuat Circle berdasarkan tempat atau institusi yang pernah saya singgahi atau bekerja di dalamnya. Contoh, saya punya Circle dengan nama UGM (untuk teman-teman saya yang juga kuliah di UGM), SMU 17 (untuk teman-teman sealumni SMU 17 Palembang), Mamuju (untuk teman-teman saya di daerah kabupaten Mamuju), Gorontalo (untuk teman-teman dari Gorontalo), dan USADI (tempat saya pernah bekerja dulu).

Kalau menggunakan contoh Pak Kumis, beliau bisa membuat beberapa Circle seperti "Pelanggan" (untuk pelanggan warung makan), "Partner" (untuk mitra bisnis), "Players" (untuk sesama pengusaha warung angkring), dan seterusnya. Salah satu manfaat Circle di Google+ adalah untuk mengatur distribusi status atau konten yang Anda sebarkan di dalamnya. Jadi, misalkan Anda hanya ingin mendistribusikan sesuatu yang dikhususkan untuk para pelanggan Anda maka Anda hanya perlu menyebarkannya ke Circle "Pelanggan", bukan yang lain. Hmmmm, yang beginian belum ada di facebook bukan?

Sekilas Info:

Berminat temenan sama saya? Bila iya, silahkan cari Wim Permana dengan foto profil "Robot Android" di Google+. Jangan lupa untuk mengirim pesan bahwa Anda mengetahui saya dari situs pengusahamuslim.com. Insyaallah Anda akan langsung saya add dan masukkan ke dalam Circle "Pengusaha Muslim".

4. Mulailah berbagi

Di dunia jejaring sosial, Anda harus mau berbagi kalau ingin eksis. Dan bahkan, pada kenyataannya, eksistensi situs-situs jejaring sosial ini pun tergantung dari eksistensi Anda dalam berbagi di dalamnya. Bisa Anda bayangkan sendiri, apa jadinya situs-situs seperti facebook, linkedin, dan Google+ jika penggunanya hanya mendaftar kemudian pergi begitu saja tanpa pernah meng-update status, mengisi profil, chat dengan teman lainnya atau berbagi link, foto dan video. Those sites will be dead and become a zombie sooner or later! Masih ingatkah Anda dengan friendster?

Kembali ke masalah bagi membagi. Terkait dengan sharing dan personal branding, apa yang Anda share di sana tentunya tidak boleh sembarangan. Untuk seorang Pak Kumis, membagi (share) link-link terkait tips dan trik masak-memasak akan sangat membantu pembentukan personal branding - atau bahkan business brand Warung Angkringnya. Selain tips dan trik masak-memasak, Pak Kumis juga bisa membagi resep rahasia menu-menu masakannya di Google+ kepada teman yang ada di circle "pelanggan"-nya. Sementara tips dan trik negoisasi dan sukses mencari dana pinjaman secara lunak bisa ia share ke circle "Partner" atau "Players". Keren bukan?
Google +1

5. +1

Di facebook, tombol +1 atau "plus one" adalah tombol jempol alias "like this". Fungsi +1 persis seperti fungsi "like this", yakni sebagai cara untuk menandai status atau link-link yang di-share oleh teman-teman Anda; tentunya yang Anda anggap menarik atau spesial!

Fungsi lain dari tombol +1 adalah untuk membuat Anda semakin "dekat" dengan teman yang status atau link-nya Anda beri "plus one". Di dunia nyata, mungkin tombol "plus one" adalah pujian singkat semacam "Hei, keren tuh statusmu" atau "subhanallah, link yang kamu share tadi mantap juragan!"

Bila Anda sering memberi "plus one" untuk teman Anda di Google+, maka hal yang sama mungkin juga akan terjadi kepada Anda. Teman Anda tersebut mungkin akan tergerak untuk semakin memperhatikan aksi-aksi Anda di Google+. Nah lho, simbiosis mutualisme bukan? Oh ya, kalau aktivitas Anda di Google+ sudah banyak yang memperhatikan, maka hal ini sebenarnya sudah menjadi salah satu bukti bahwa pembentukan personal branding Anda di social network milik Google ini sudah berhasil. Insyaallah.

Baiklah, untuk sementara itu dulu tips dan trik dari saya terkait pembentukan personal branding di Google+. Saya harap Anda bisa mengambil manfaatnya. Bila Anda tahu tips dan trik lainnya, mohon jangan sungkan-sungkan untuk berbagi di situs kita tercinta ini, pengusahamuslim.com.

Sukses dan barokah selalu untuk usaha Anda!

Selasa, 18 Oktober 2011

Career

BOSS DAN PEMIMPIN
Betapa sering orang gagal untuk menjadi pemimpin karena mereka tidak
  berlaku sebagai pemimpin melainkan berlaku sebagai boss. H. Gordon
  Selfridge adalah pendiri salah satu department store (pusat
  perbelanjaan) di London yang merupakan salah satu department store
  terbesar di dunia. Ia mencapai kesuksesan tersebut dengan menjadi
  seorang 'pemimpin' dan bukan dengan menjadi 'Boss'. Apakah perbedaan
  antara pemimpin dengan boss? Di bawah ini adalah perbandingan yang
  diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan
  orang yang bertipe boss.
  Seorang boss mempekerjakan bawahannya;
  Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,
  Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;
  Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.
  Seorang boss menimbulkan ketakutan;
  Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.
  Seorang boss mengatakan 'aku';
  Tetapi seorang pemimpin mengatakan 'kita'.
  Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;
  Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.
  Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan'
  Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.
  Seorang boss menuntut rasa hormat;
  Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;
  Seorang boss berkata, 'Pergi!';
  Tetapi seorang pemimpin berkata, 'Mari kita pergi!'
  Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss.

Rabu, 12 Oktober 2011

resep kue

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg78LjZITrY9HgX74Mwkory2l7M1rc3U5at5j4NuN6N57bh3fa7WojeSporF_54UIgL3lPMVkk0Fg2f640cQaJ0HJ_xgfs7w-5lVluUILunpaYXpK8YeXc3sm19ctL7nOaPl5NWqvbCcE0/s320/RESEP_KUE_NASTAR.jpg
Kue Nastar I:

Bahan-bahan:
  • Kuning telur: 4 butir
  • Untuk bahan olesan: (2 butir kuning telur)
  • Mentega butter atau margarin: ½ kg
  • Tepung terigu:  ½ kg
  • Gula halus untuk kue: 100 gr
  • Gula pasir untuk selai: 300 gr
  • Vanili: 1 bungkus
  • Keju (Merek sesuaikan selera Anda):  100 gr
  • Nanas Matang: 1 buah
  • Kayu manis: 1 potong kecil
Cara Membuat Kue Nastar :

Selai :
1).Kupas nanas, lalu parut
2).Masukkan dengan gula pasir, kemudian masakan sampai matang dan mengental.
3).Setelah dingin, kemudian dibuat bulatan-bulatan kecil.

Adonan :
1).Siapkan loyang berbentuk persegi panjang dan olesi dengan margarin
2).Kocok 4 kuning telur dengan gula halus dan mentega hingga mengembang
3).Masukkan parutan keju ke dalam adonan
4).Masukkan terigu dan vanili
5).Aduk-aduk hingga membentuk adonan yang bisa dibulatkan
6).Bulatkan kue dengan tangan hingga berukuran bola-bola kecil.
7).Masukkan bulatan selai ke dalam bulatan kue
8).Olesi permukaan kue dengan kuning telur
9).Susun kue di dalam loyang dan panggang di dalam oven sampai matang

Sabtu, 16 Juli 2011

indo boga mandiri

indo boga mandiri didirikan empat tahun yang lalu, persisnya 17 agustus 2007,diawali dengan dibukanya sebuah toko kecil didalam komplek perumahan sederhana.seiring berjalannya waktu toko ini berkembang menjadi toko grosir yang mensuplai toko-toko lain,fokus komoditas perdagangannya adalah bahan-bahan untuk kue dan cake.target pasarnya adalah toko-toko yang menjual bahan-bahan kue dan industri pembuat kue.karena pangsa pasar yang begitu potensial kini indoboga siap untuk mengembangkan usahanya sehingga ini menjadi peluang bagi para investor.